Apa yang membuat sebuah bangsa tetap berdiri tegak di tengah gelombang perubahan zaman? Indonesia bukan hanya dibangun oleh wilayah yang luas atau jumlah penduduk yang besar, melainkan oleh kesepakatan nilai yang menyatukan perbedaan. Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah simpul utama yang menjaga bangunan itu tetap kokoh.
Namun, nilai tidak akan hidup bila hanya dihafal. Ia harus dipahami, diuji dalam realitas, dan dihidupkan dalam tindakan sehari-hari. Di era digital, ketika hoaks memecah kepercayaan, polarisasi meretakkan persaudaraan, dan ekstremisme mencari celah di ruang maya, pertanyaan mendasarnya adalah: masihkah kita benar-benar mengerti arti menjadi Indonesia?
Buku ini mengajak pembaca berpikir jernih tentang fondasi kebangsaan; bukan sebagai doktrin kaku, tetapi sebagai panduan etis untuk menjawab tantangan zaman. Dengan bahasa yang lugas dan reflektif, pembahasan Empat Pilar dihubungkan dengan kehidupan nyata: dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga ruang digital. Kearifan lokal Kalimantan Timur hadir sebagai cermin bahwa nasionalisme tumbuh dari akar budaya yang menghormati alam, tradisi, dan kebersamaan.
Lebih dari bacaan edukatif, buku ini adalah ajakan berdialog: tentang siapa kita sebagai bangsa, ke mana kita melangkah, dan nilai apa yang harus tetap kita jaga.
Sebab masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh keteguhan karakter warganya.

Kisi-Kisi Empat Pilar Kebangsaan: Panduan Edukasi Masyarakat untuk Memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika
Copyright © CV Elfatih Media Insani, 2026
ISBN: :
Penulis: Dr. dr. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N.
Editor: Kuspriyanto
Desain Sampul, Desain Isi & Penata Letak: Widayanti Setiawan
Penerbit:
CV Elfatih Media Insani (Anggota IKAPI)
Terbit Pertama, Maret 2026
xvi, 180 hlm; 12.7 x 20 cm
