Buku ini lahir dari sebuah pertanyaan yang terus mengikuti kami sejak “Sumpah Pena” diterbitkan. Sumpah Pena adalah deklarasi. Sebuah pernyataan tentang komitmen untuk menulis dengan jujur, untuk memperlakukan menulis bukan sebatas kegiatan tapi sebagai cara hidup yang dipilih dengan sadar. Buku itu menjawab pertanyaan tentang mengapa seseorang harus menulis.
Tapi setiap kali kami berbicara di hadapan komunitas, di ruang pelatihan, di forum diskusi literasi, satu pertanyaan terus muncul dari peserta yang sudah menyelesaikan naskah mereka. Sekarang apa? Setelah naskah ini selesai, bagaimana caranya sampai ke tangan pembaca? Bagaimana saya tahu naskah ini sudah cukup baik? Apa yang harus saya lakukan dengan rasa takut yang muncul setiap kali memikirkan untuk menerbitkannya?
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak terjawab oleh “Sumpah Pena”. Dan dari situlah buku ini lahir.
“Tulis Sebelum Sempurna” adalah jawaban kami untuk perjalanan yang dimulai setelah keberanian untuk menulis sudah ada, tapi keberanian untuk menerbitkan belum cukup terbentuk. Ia adalah peta untuk wilayah yang jarang dipetakan dengan jujur, yaitu wilayah antara naskah yang sudah ditulis dan buku yang sudah ada di tangan pembaca.
Selama bertahun-tahun mendampingi penulis melalui Bengkel Narasi, Sipil Institute Jakarta, dan Pena Anak Indonesia, kami bertemu dengan orang-orang yang naskahnya sudah selesai tapi tidak pernah bergerak ke mana pun. Naskah-naskah itu bukan naskah yang buruk. Banyak di antaranya naskah yang sangat baik, yang ditulis dengan kesungguhan dan kejujuran yang nyata.
Yang membuat naskah-naskah itu berhenti bukan kualitasnya. Yang membuat naskah-naskah itu berhenti adalah ketidaktahuan tentang apa yang harus dilakukan setelah halaman terakhir selesai ditulis, dan ketakutan yang tidak punya tempat untuk diproses karena tidak ada yang membicarakannya secara terbuka.
Kami menyaksikan ini berulang kali, dan setiap kali menyaksikannya, ada sesuatu yang terasa seperti kehilangan. Bukan kehilangan bagi penulisnya saja, tapi kehilangan bagi pembaca yang seharusnya bisa menemukan naskah itu dan tidak pernah punya kesempatan untuk itu.
Buku ini ditulis untuk mereka. Untuk setiap penulis yang naskahnya sedang menunggu di folder yang jarang dibuka, yang membutuhkan bukan lagi motivasi untuk menulis, tapi pemahaman tentang bagaimana dunia di luar naskah itu bekerja.
Apa yang kami bawa ke dalam buku ini lahir dari dua jalan yang sangat berbeda, yang ternyata bertemu pada kesimpulan yang sama.
Salah satu dari kami datang dari posisi sebagai akademisi yang terbiasa dengan struktur dan argumen yang sistematis, sekaligus dari posisi sebagai penggerak komunitas yang terbiasa dengan realita lapangan yang tidak selalu rapi. Yang lain datang dari pengalaman yang jauh lebih getir di awal, ketika sebuah karya yang dipercayakan kepada sistem penerbitan yang bukan miliknya akhirnya dibajak dan beredar bebas, tanpa ada yang bisa dilakukan untuk menghentikannya.
Dari titik itu, sebuah pertanyaan terus menggerakkan perjalanan yang satu ini. Apakah hanya akan menjadi penulis yang bergantung kepada pihak lain untuk segala sesuatu tentang karyanya, atau apakah bisa memahami seluruh proses itu dari dalam, sampai ke titik di mana rasa tidak berdaya itu tidak lagi ada?
Pertanyaan itu, yang awalnya lahir dari kemarahan, membawa pada pelatihan demi pelatihan, sertifikasi demi sertifikasi, sampai akhirnya berdirinya sebuah penerbit yang terdaftar di IKAPI. Belajar editorial. Belajar layout dan desain. Belajar bagaimana sebuah naskah berubah menjadi buku, dan bagaimana buku itu bisa sampai ke pembaca.
Dua jalan ini, akademisi dan penggerak komunitas di satu sisi, penulis yang berubah menjadi penerbit di sisi lain, membawa kami berdiri di posisi yang saling melengkapi. Salah satu dari kami tahu bagaimana mendampingi proses kreatif seorang penulis dari awal sampai naskah itu selesai. Yang lain tahu apa yang terjadi setelah itu, di balik meja yang selama ini terasa seperti kotak hitam bagi kebanyakan penulis: bagaimana keputusan editorial dibuat, bagaimana sebuah buku diproduksi, dan bagaimana ia bisa bertahan di tengah ekosistem yang penuh tantangan.
Kalau ada satu hal yang ingin kami sampaikan kepada setiap pembaca melalui buku ini, itu adalah bahwa ketakutan terhadap ekosistem penerbitan hampir selalu lahir dari ketidaktahuan, dan ketidaktahuan itu bisa diatasi.
Buku ini disusun dengan struktur dua puluh enam bab, dari huruf A sampai Z, yang melanjutkan format yang sudah kami bangun sejak “Sumpah Pena”.
Setiap bab membahas satu tema, dimulai dengan pengakuan personal dari kami berdua secara terpisah. Pengakuan itu bukan ilustrasi yang dibuat untuk memperindah tulisan. Pengakuan itu adalah pengalaman nyata yang kami alami sendiri, ditulis tanpa menyembunyikan bagian yang tidak nyaman, karena kami percaya bahwa pelajaran yang paling berguna selalu datang dari kejujuran tentang apa yang sesungguhnya terjadi, bukan dari versi yang sudah dirapikan. Setelah pengakuan, setiap bab membahas inti gagasannya secara lebih mendalam, dengan argumen yang kami susun bersama berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami berdua.
Dan setiap bab diakhiri dengan bagian Latihan Praktis. Bagian ini bukan pelengkap. Bagian ini adalah inti dari mengapa buku ini ditulis. Latihan Mandiri mengajak Anda untuk menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas yang relevan langsung dengan naskah Anda sendiri. Kuesioner Refleksi membantu Anda memahami posisi Anda saat ini dalam perjalanan menulis dan menerbitkan. Ceklis Kesiapan memberi Anda cara konkret untuk mengukur kemajuan. Dan Tugas Submit memberi Anda kesempatan untuk mengirimkan hasil latihan kepada kami melalui WhatsApp, sebagai bagian dari pendampingan yang tidak berhenti pada halaman terakhir buku ini.
Kami menulis buku ini berdua, dengan dua pengakuan yang berbeda di setiap bab, karena kami percaya bahwa kebenaran tentang menulis dan menerbitkan tidak pernah cukup diceritakan dari satu sisi saja. Tapi kami menulis seluruh bagian lainnya dengan satu suara, karena pada akhirnya inilah satu pesan yang kami sepakati bersama, lahir dari dua pengalaman yang berbeda tapi sampai pada kesimpulan yang sama.
Kami tidak menulis buku ini sebagai dua orang yang sudah menguasai segalanya dan ingin membagikan resep yang pasti berhasil. Kami menulis buku ini sebagai dua orang yang masih terus berjalan, yang masih terus belajar, dan yang ingin mengajak Anda berjalan bersama kami melalui dua puluh enam huruf, dari A sampai Z, sampai naskah Anda yang selama ini menunggu akhirnya menemukan jalannya ke tangan pembaca yang membutuhkannya.
Selamat memulai perjalanan ini.
Ruslan Ismail Mage (RIM) & Abah Iyan

Tulis Sebelum Sempurna: A to Z Menulis dan Menerbitkan Buku
Copyright © Elfatih Media Insani, 2026
ISBN:
Penulis: Ruslan Ismail Mage & Abah Iyan
Editor: Gusnawati & Rosmawati
Desain Isi & Penata Letak:Widayanti Setiawan
Desain Sampul: Tim Elfatih Media Insani
Penerbit:
Elfatih Media Insani (Anggota IKAPI)
Cetakan Pertama, Juli 2026
xxii, 342 hlm; 15.5 x 23 cm
